Senin, 25 Mei 2026

KISAH PANGERAN & PUTRI

KISAH PANGERAN & PUTRI
(DISEBUAH KHAYANGAN MIMPI)
                Cerita ini diambil dari kisah kehidupan percintaan penulis. Didalam cerita ini si penulis menceritakan sebuah perjalanan percintaanya di kehidupan nyata dan ditulis dalam versi kehidupan dikhayangan mimpi dan menamakan dirinya sebagai seorang pangeran.
Pada awal kisah, ketika sang pangeran sedang menikmati indahnya sebuah panorama alam dan ditemani oleh hebusan angin yang sejuk seakan-akan dialah seorang penguasa alam, namun sejenak sang pangeran langsung menyadari bahwa semua ini adalah ciptaan dan pemberian tuhan YME yang patut disyukuri dan dijaga kelestarianya. Tidak lama kemudian dikejutkan oleh suara yang datang dari belakang :
Sahabat                            :  Assalamualaikum, dan selamat sore…?
Pangeran                         :  Waalaikumsalam, dan Selamat Sore juga…!
Sahabat                            :  Lagi ngelamun aja nih…?
Pangeran                         :  Iya nih, hehehe. Betapa Indahnya ciptaan tuhan ini.
Sahabat                            :  yah inilah kebesaran tuhan YME yang patut kita syukuri dan kita jaga kelestariannya. Eh ngomong-ngomong nih, mau nggk gue kenalin dengan seorang cewe, kebetulan dia sahabat terbaik gua, namanya Putri…?
Pangeran                         :  Boleh tuh,..
Setelah sang pangeran dikenalkan dengan seoran perempuan yang baik hati, ramah lembut oleh sahabatnya. Sang pangeran langsung mengabil sebuah pena dan secarik kertas untuk bermaksud  mengutarakan berkenalan denga  seorang perempuan yang di kenalkan oleh sahabatnya. Tidak lama kemudian sebuah surat itu sudah selesai di tulis dan tinggal mengirimkan ke orang yang ditujukan oelh surat itu. Maka sang pangeran minta tolong sahabatnya untuk mengantarkan surat itu. Next Time, sampailah surat itu ketangan orang yang ditujukan surat itu








Kehadiranmu buatku berarti
Membuatku tegar ditengah kerapuhanku
Tapi mengapa harus terjadi perpisahan kau dan aku.
Senjapu saat ini sudah tak memancarkan
Cahaya kilauan jingga nan selembut sutera
Aku hanya bisa menjadi air yang mengalir ketempat yang lebih rendah.

Sangat sakit dan pedih rasanya
Saat engkau dirimu sudah tidak bisa kembali bersamaku lagi
Bagaikan roh yang di cabut oleh malaikat dari badan ini.
Mengapa begitu pelik
Mengapa begitu pahit
Mengapa sangat sakit