If you're examining obstacles to success, it's a good idea to begin by looking within.
Jumat, 05 Oktober 2012
linda normasari
linda normasari: red onion and garlic: Time ago in a village lived a family consisting of father, mother and a beautiful teenage girl named garlic. They are a happy family. ...
linda normasari
linda normasari: red onion and garlic: Time ago in a village lived a family consisting of father, mother and a beautiful teenage girl named garlic. They are a happy family. ...
Rabu, 22 Agustus 2012
Mengapa Anda
Gagal dan Mereka Sukes?
Apakah anda termasuk orang yang gagal
dalam menjalankan bisnis? Sedangkan anda sudah berusaha dengan segenap
kemampuan anda serta dukungan modal yang besar. Kebanyakan orang menganggap
bahwa dengan modal besar dapat dipastikan sebuah usaha akan dapat berjalan dan
menghasilkan keuntungan yang besar pula. Apakah asumsi diatas 100% benar?
Tunggu dulu, sebuah usaha dapat berjalan sukses tergantung diri anda sendiri,
terlepas anda punya modal besar atau tidak.
Cobalah lihat contoh kasus orang-orang yang sukses, disitu kita bisa melihat sesuatu yang sangat berharga dan itu merupakan modal yang utama untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis yaitu : Jiwa kepemimpinan, paling tidak kita punya jiwa kepemimpinan untuk memimpin diri kita sendiri.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, kalau mereka bisa sukses, mengapa sampai saat ini kita belum mau mewujudkan kesuksesan seperti mereka? Dan anehnya ketika ditanya, semua orang pasti ingin sukses namun statistik membuktikan bahwa orang yang benar-benar sukses tidak lebih dari 5% saja. Berarti masih banyak orang yang gagal, padahal perjalanan mereka yang sekarang menjadi orang sukses tidaklah mulus, mereka pun dulunya pernah gagal, karena kegagalan adalah proses yang harus diperbaiki.
Kalau begitu faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan seseorang ?
Cobalah lihat contoh kasus orang-orang yang sukses, disitu kita bisa melihat sesuatu yang sangat berharga dan itu merupakan modal yang utama untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis yaitu : Jiwa kepemimpinan, paling tidak kita punya jiwa kepemimpinan untuk memimpin diri kita sendiri.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, kalau mereka bisa sukses, mengapa sampai saat ini kita belum mau mewujudkan kesuksesan seperti mereka? Dan anehnya ketika ditanya, semua orang pasti ingin sukses namun statistik membuktikan bahwa orang yang benar-benar sukses tidak lebih dari 5% saja. Berarti masih banyak orang yang gagal, padahal perjalanan mereka yang sekarang menjadi orang sukses tidaklah mulus, mereka pun dulunya pernah gagal, karena kegagalan adalah proses yang harus diperbaiki.
Kalau begitu faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan seseorang ?
1.
Tidak ada tujuan yang tepat. Kebanyakan
orang masih bergantung pada ?nasib? atau ?hoki? yang semua itu tidak jelas.
Jika mau sukses, maka hal yang utama harus dilakukan adalah membuat tujuan
hidup secara signifikan.
2.
Tujuan tidak pernah dicatat Bila ditanya
apakah tujuan hidup mereka? Kebanyakan mereka menjawab bahwa tujuan hidupnya
ada di kepala alias dalam pikiran. Hal ini merupakan kesalahan besar karena
pikiran kita sangat dipengaruhi oleh beberapa variabel yang cenderung negatif.
Jujur saja, dalam kondisi seperti ini kebanyakan dari kita seringkali justru
menyalahkan diri kita sendiri atau pikiran kita. Maka hal terbaik yang perlu
dilakukan adalah memvisualisasikan tujuan hidup dalam sebuah buku.
3.
Tidak ada tindakan yang efektif Pernah
dengar istilah NATO? Not Action Talking Only, alias hanya besar omongan saja.
Ini erat hubungannya dengan point 1 dan 2 diatas. Tujuan ada dan sudah
divisualisasikan dengan baik, kalau tidak juga dikerjakan maka namanya sama
juga bohong.
4.
Tidak memiliki komitmen Kebanyakan orang
tidak sukses disebabkan karena mereka tidak punya komitmen untuk sukses dan
tidak fokus. Terutama untuk diri sendiri dan mitra usaha atau bisnis. Sehingga
begitu menemui hambatan langsung putus asa.
5.
Kurang mengembangkan diri Mereka yang
tidak sukses selalu menganggap remeh tiap diadakan acara yang bertujuan untuk
pengembangan diri, tidak menghargai mitra usaha atau bisnis. Mereka merasa
sudah pandai, banyak alasan yang sebenarnya justru akan menghambat kesukesan
mereka.
6.
Salah berteman Jika ingin sukses
bertemanlah dengan orang yang sukses, karena jika kita bergaul dengan orang
yang gagal umunya mereka tidak mau menunjukkan jalan sukses untuk kita, karena
mereka sendiri belum pernah merasakan kesuksesan.
7.
Sombong dan angkuh Biasanya orang tidak
sukses karena merasa dirinya paling hebat, paling benar serba tahu dibandingkan
orang lain, merasa bahwa jika tidak ada dirinya maka semuanya akan berantakan.
Itu semua salah besar dan harus
cepat-cepat diperbaiki sifat-sifat seperti di atas. Sekarang kita sudah
mengetahui mengapa banyak orang yang gagal, kini saatnya kita memahami
langkah-langkah strategis yang efektif dilakukan oleh orang-orang sukses dalam
meraih prestasi yakni :
1.
Impian Anda harus memiliki impian untuk mendorong
kesuksesan yang telah dicita-citakan. ?Tanpa Impian semua itu tidak akan
terjadi?. Karena impian adalah sebuah naluri manusia yang mendorong dan
merangsang kita untuk selalu maju. Dapatkah anda membayangkan, tanpa impian
seseorang yang dulunya dianggap mengada-ada seperti Ampere si Penemu
Elektromagnet (Magnet Listrik) sehingga saat ini kita dapat mengukur arus
listrik dengan alat temuannya, juga Aiken Si Penemu Komputer yang sampai
sekarang komputerisasi merupakan sebuah sistem yang paling canggih dan juga
Thomas Alva Edison Si Penemu Listrik, mungkin saja tanpa dia sampai hari ini
tiap malam kita masih dikelilingi oleh lilin.
2.
Merencanakan Tindakan Buatlah rencana
dalam bentuk tindakan yang efektif seperti yang dikatakan Zig Ziglar bahwa
untuk mencapai impian yang paling penting adalah kita harus memiliki satu
rencana tindakan yang realistis dan dapat terlaksana.
3.
Belajar dari Orang Sukses Kalau ingin
hidup panjang umur, tanyalah kepada orang yang panjang usianya, kalau ingin
kaya tanyalah kepada orang kaya dan kalau ingin menjadi sukses tanyalah kepada
mereka yang sukses.
Kesukesan adalah milik dan hak
setiap orang yang benar-benar mau memperjuangkan hidupnya untuk meraih
kesuksesan. Bukankah dibutuhkan suatu proses untuk memperoleh kesuksesan?
Karena yang namanya kesuksesan tidak akan pernah didapatkan secara tiba-tiba
akan tetapi harus diperjuangkan demi orang-orang yang kita cintai atau keluarga
kita.
Sabtu, 19 Mei 2012
(- " PILIHANKU KAMU DIHATIKU "-)
sejak memilikimu....
Rumitnya hidup seolah tak pernah
ada saat denganmu...
Namun,...
terbesit luka saat kau meragukanku...
Mengapa kau tanya tentang rasa yang aku pastikan hanya untuk mu.....?
Hatiku milikmu, yakinkan itu.
Meski diantara senja,
kau sinar jingga penyambut malam,
bagiku kau tetap yang memikat....
Jangan kau ragukan aku,
Bila kau menginginkanku..
harus kau percaya dalam do'a ku dirimu..."PILIHANKU KAMU HATIKU".
Sebagian besar dari
kita, berpikir negatif mungkin sudah
menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan
mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut…
Berpikiran negatif
tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu
akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang
tidak berujung.
Jessica Padykula
menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang
adalah sebagai berikut:
1. Hidup di saat ini.
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.
2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.
3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.
4. Jangan berdiam diri.
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.
5. Fokus pada hal-hal positif.
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.
6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.
7. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.
8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.
9. Ubah cara pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.
"Mendengarkan
Bambu Bicara"
Terus terang,
lama saya memendam keingintahuan, kenapa banyak lukisan yang datang dari Cina
dan Jepang berlatar belakang pohon bambu? Sampai-sampai sempat bertanya ke sana
ke mari. Dan rasa ingin tahu ini sedikit terobati ketika bertemu buku dengan
judul The Bamboo Oracle karangan Chao-Hsiu Chen. Karya jernih ini bertutur
banyak tentang kebijakan-kebijakan Confusius melalui simbul-simbul bambu.
Rupanya, pohon yang menarik perhatian saya ini, menyimpan banyak sekali simbul
dari sifat-sifat mulia.
Sebutlah sifat
bambu yang tidak memiliki bunga dan buah. Tidak sama dengan pohon lainnya yang
senantiasa sombong dengan bunga dan buahnya, bambu tetap berdiri tegak tanpa
sumber kesombongan terakhir. Semua ini seperti sedang mengingatkan kita
manusia, hasil dalam kehidupan, kalau dibiarkan menjadi kekuatan pendikte
kesombongan dan kecongkakan, maka mudah sekali membuat orang ‘berakar ke luar’.
Berbeda dengan
bambu yang berakar kuat ke dalam, orang-orang yang didikte kesombongan dan
kecongkakan, amat dan sangat tergantung pada komentar, pendapat, pujian dan
makian orang lain. Dan sebagaimana semua kita tahu, di kaki langit manapun,
dengan sikap dan prestasi setinggi apapun, pujian dan makian orang akan
senantiasa datang mengikuti. Sehingga kalau pujian dan makian orang yang
digunakan sebagai barometer keberhasilan, maka siklus naik dan turun akan
senantiasa ikut bersama kita. Ketika dipuji naik siklusnya, tatkala dimaki
turun mood-nya.
Kalau boleh
jujur, tidak sedikit manusia yang hidupnya dibuat lelah karena senantiasa
mendaki dan menuruni siklus pujian dan makian. Dibandingkan lelah naik turun,
orang-orang seperti Kabir (salah seorang seniman besar India), memilih untuk
berakar ke dalam persis seperti bambu. Dalam kehidupan yang berakar ke dalam,
energi utama yang mendorong perubahan dan kehidupan bukan lagi pujian dan
makian orang lain, namun kenikmatan untuk senantiasa bersyukur dalam melakukan
perjalanan.
Mirip dengan
anak-anak sekolah yang pergi tamasya dan di dalam perjalanan selalu bernyanyi
‘di sini senang, di sana senang’, demikianlah kira-kira kehidupan orang-orang
yang berakar ke dalam. Kabir bahkan pernah menyarankan untuk tidak perlu pergi
ke taman, gunung, pantai dan tempat rekreasi lainnya. Sebab, di dalam sini
sudah tersedia keindahan dan kenikmatan yang tidak terbatas jumlahnya. Dan
kalau rekreasi ke luar kita membayar mahal, rekreasi ke dalam biayanya amatlah
murah secara materi. Hanya diperlukan duduk, hening, syukur dan tersenyum.
Mirip dengan
bambu yang kuat dan kokoh karena berakar ke dalam, demikian juga kehidupan
banyak orang yang berakar ke dalam. Tidak ada satupun kekuatan pendikte dari
luar yang bisa merobohkannya. Sayang sekali, kehidupan manusia modern tidak mau
mendengarkan bambu, untuk kemudian berakar ke luar. Sebagai hasilnya,
kebencian, peperangan, penderitaan dan sejenisnya, dating tanpa mengenal rasa
lelah.
Sebutlah tragedi
meledaknya World Trade Centers New York yang dibumi hanguskan oleh teroris 11
September 2001 lalu, yang belakangan membuka pintu kebencian yang amat
mencekam, apa lagi penyebab utamanya kalau bukan kehidupan yang berakar ke
luar. Dengan judul-judul seperti memberi pelajaran pada adi kuasa, menegakkan
martabat bangsa, ada orang yang bahkan rela mati dan menghancurkan surga di
dalam diri, hanya untuk mengundang decak kagum orang lain.
Disamping berakar
kuat ke dalam, bambu juga senantiasa hidup dalam keheningan dan kerendahhatian.
Lihatlah ketika angin bertiup, ia hanya bergesek-gesek kecil dengan sahabatnya,
dan kemudian menimbulkan suara desis yang hening. Dan hening terakhir adalah
sejenis kualitas yang sudah lama hilang dari dunia manusia, untuk kemudian
diganti dengan kekisruhan, dendam dan sejenisnya. Berbeda dengan dendam dan
kekisurhan lain yang mengenal kotak dan pagar-pagar pemisah, keheningan ala
bambu sudah lama membuang kotak dan pagar-pagar terakhir. Ketika angin lembut
datang, ia berdesis hening, ketika angin ribut datang ia juga berdesis hening.
Seolah-olah
sedang mengingatkan, hanya dengan keheninganlah kejernihan pandangan bisa
dipertahankan. Ketika peledakan gedung WTC New York baru terjadi, sebagai
pribadi hati sayapun menangis, sambil berharap inilah saatnya bagi Amerika
untuk menunjukkan kedigdayaannya yang sebenarnya. Ketika itu, lewat dalam bayangan
saya sebagai manusia, George W. Bush berpidato penuh senyum : ‘Kita amat
terpukul dan berduka dengan kejadian ini. Namun, karena kita bangsa besar,
inilah saatnya untuk menunjukkan pada dunia kebesaran kita. Di mana dalam
kebesaran dan kedigdayaan, kebencian tidaklah sepantasnya dilawan dengan
kebencian, kedengkian tidaklah selayaknya direspons dengan kekisruhan pikiran’.
Setidak-tidaknya itulah prediksi saya tentang pidato Bush di hari berikutnya.
Sayang sekali,
prediksi saya tentang pidato Bush salah besar. Kedigdayaan Amerika yang
dibangun dalam kurun waktu lama bahkan dijatuhkan oleh serangkaian kebencian
dan kekisruhan. Ketika tulisan ini dibuat, wajah dunia memang terbelah.
Sebagaimana cerita kehidupan yang berakar ke luar, ada yang memuji Amerika, ada
juga yang mencaci Amerika. Dan memang demikianlah hakekat kehidupan.
Anda bebas memilih sikap
dalam hal ini, dan saya memilih untuk duduk hening mendengarkan suara-suara
bambu. Dan sebagaimana disarikan secara ringkas oleh Chao-Hsiu Chen, bambu
senantiasa silent, modest, deeply rooted. Hening, sopan dan berakar ke dalam.
Setidak-tidaknya demikianlah cita-cita saya dalam perjalanan panjang yang
bernama kehidupan.
Oleh: Gede Prama
"Tolong, Muliakan
Aku Dengan Maafmu"
Ini sebuah kisah
anonymous tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun
pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar
temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa
berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR
PIPIKU.
Mereka terus
berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang
yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris
tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai
siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI,
SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang
menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai
hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?"
Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita,
kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan
menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita
harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin."
Cerita di atas,
bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding diterapkan. Begitu
mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya' karena sakit hati atas
sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti
hati kita. Sebuah sakit hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu
banyak kebaikan untuk menjaga. Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri
kita.
Karena itu,
seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit
hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat
apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih
dahulu.
Bukankah sudah
menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh sangat bisa
jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang
sama seperti yang dia rasakan.
Bisa jadi juga
sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan
perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan
sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.
Namun demikian,
Saudara-saudaraku, salah seorang guru saya selalu mengajari muridnya untuk
memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini akan sungguh
sangat berat. Karena itu beliau mengajari kami untuk 'menyerahkan' sakit itu
kepada Allah -yang begitu jelas dan pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita-
dengan membaca doa, "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah
diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya
Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti
hati kami."
Bukankah
Rasulullah pernah berkata, "Tiga hal di antara akhlak ahli surga adalah
memaafkan orang yang telah menganiayamu, memberi kepada orang yang mengharamkanmu,
dan berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu".
Karena itu,
Saudara-saudaraku, mungkin aku pernah menyakiti hatimu dan kau tidak membalas,
dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena aku pernah menyakitimu. Namun
dengan ijin-Nya aku berusaha memaafkanmu. Tapi yang aku takutkan kalian tidak
mau memaafkan.
Selasa, 17 Januari 2012
Pesan seorang Sang Mantan Kekasih
Ternyata aku bisa tanpamu...
tapi ada 1 hal yang selalu membuatku khawatir...
aku takut dia tak tulus mencintaimu dikemudian hari dan menyakitimu..
jika dia tidak bisa menjagamu, dan tidak bisa membuatmu bahagia...
kau boleh datang padaku..KAPANPUN ITU..).
tapi ada 1 hal yang selalu membuatku khawatir...
aku takut dia tak tulus mencintaimu dikemudian hari dan menyakitimu..
jika dia tidak bisa menjagamu, dan tidak bisa membuatmu bahagia...
kau boleh datang padaku..KAPANPUN ITU..).
Langganan:
Postingan (Atom)


